Aku masih ingat, pertemuan itu sederhana. Tidak ada janji, tidak ada rencana—hanya kebetulan yang ternyata begitu berarti. Dari sapaan singkat, aku mulai mengenal kamu. Dari tatapan pertama, ada rasa tenang yang tak bisa dijelaskan. Siapa sangka, sejak hari itu, langkahku selalu menemukan jalan menuju kamu.
Kita tumbuh bersama, perlahan tapi pasti. Ada tawa di tengah lelah, doa di tengah jarak, dan cerita kecil yang membuat setiap hari terasa lebih hangat. Aku belajar tentang sabar darimu, dan kamu mengajarkanku arti ketulusan. Bersamamu, aku belajar bahwa cinta tidak selalu harus besar dan megah—kadang ia sesederhana saling mengerti tanpa banyak kata.
Ada waktu di mana aku berhenti mencari, karena aku tahu... aku sudah menemukan. Bukan yang sempurna, tapi yang membuatku merasa cukup dan pulang. Kamu adalah tenang yang aku tunggu, dan doa yang akhirnya dijawab Tuhan.
Kini, aku dan kamu memilih untuk memulai babak baru. Bukan lagi sekadar “aku” atau “kamu”, tapi “kita”. Dalam janji yang suci, aku berikrar untuk tetap di sisimu, dalam tawa maupun air mata, dalam setiap langkah kehidupan yang akan datang. Karena bagiku, cinta sejati adalah tentang memilih—dan aku, selalu memilih kamu.